Sobingoe: Lentera di Negeri Transmigrasi

Judul Buku  : Sobingoe: Lentera di Negeri Transmigrasi (Novel yang diangkat dari kisah nyata pernjalanan hidup Abu Mansyur, Pendiri Yayasan Al-ihsan Buluh Rampai, Seberida, Indrragiri Hulu, Riau)

Pengarang    : Alus Musyar Laily

Jumlah Hlm    : 74 A5

Penerbit               : Pinter (Pustaka Intermedia)

Sobingoe: Asa di Negeri Transmigrasi adalah novel yang berkisah tentang Sobingoe, anak desa yang memiliki keinginan kuat untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Awalnya, Si mbok (ibunya) tidak mengizinkan karena kendala ekonomi dan alasan klasik karena tidak ingin jauh dengan anak yang disayanginya itu. Namun, keinginan yang kuat Sobingoe akhirnya meluluhkan hati Sang ibunya.

            Di pesantren, Sobingoe mendapat nama baru “Abu Mansyur” dari Mbah Yai. Sepulang dari pesantren, menikah, dan memiliki 7 orang anak, Abu Mansyur meminta izin kepada ibu tersayang untuk mengikuti program transmigrasi yang diadakan pemerintah Ke pulau nan jauh di mata, “Sumatra,” dengan harapan dapat menyebarkan agama Allah di tanah Melayu tersebut. Namun, lagi, Sang ibunda menolak keinginannya. Si mboknya berharap Abu Mansyur selalu berada di sisinya.

            Apakah Abu Mansyur berhasil meluluhkan hati Si mboknya? Bagaimanakah sehingga nama Sobingoe berubah menjadi Abu Mansyur? Lalu, berhasilkah Abu Mansyur mewujudkan cita-citanya menjadi seorang penyebar agama Allah? Bagaimana gaya dan cara Abu Mansyur dalam berdakwah?

Novel Sobingoe: Asa di Negeri Transmigrasi adalah sebuah novel yang sarat dengan ilmu agama. Cara dakwah yang dikemas apik dalam sebuah novel yang ditulis dengan bahasa mendayu dan menggetarkan jiwa ini sangat sesuai dibaca oleh seluruh kalangan. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Novel ini diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup Abu Mansur, Pendiri Yayasan Al-Ihsan Buluh Rampai, Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Gaya bahasa  dan plotnya sederhana, namun isi ceritanya yang mengangkat kisah nyata, kepiluan hidup anak kampung di Madiun, yang endingnya menjadi Sang Tokoh Besar di Tanah Melayu Riau bikin hati tersayat, pilu, dan penuh haru. Novel ini kaya nilai: religius dan budaya, cocok untuk penanaman nilai karakter pada anak. Jalinan kisahnya membuktikan betapa man jadda wajada benar adanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Shopping Cart

No products in the cart.

Return to shop